DKP Kukar Gencar Galakkan Program Gemarikan untuk Cegah Stunting

img

(Kepala DKP Kukar, Muslik/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggencarkan pelaksanaan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik mengungkapkan program ini menjadi salah satu strategi unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam mendukung program pemerintah daerah dalam hal mencegah dan menekan angka stunting di daerah.

“Kami menyadari bahwa ikan adalah sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi penting bagi pertumbuhan anak. Oleh karena itu, kami secara aktif mengedukasi masyarakat mengenai manfaat mengonsumsi ikan,” ungkap Muslik saat diwawancarai awak media Senin (07/04/2025).

Muslik mengatakan melalui berbagai inovasi juga telah dilakukan DKP Kukar untuk mensosialisasikan pentingnya mengkonsumsi ikan.

“Kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi gizi seimbang, hingga lomba memasak berbahan dasar ikan, serta pemberian bantuan ikan segar untuk keluarga kurang mampu. Terus kami lakukan agar masyarakat teredukasi,” katanya .

Muslik mengaku Gemarikan sudah ada sejak lama dan telah dicanangkan secara nasional, sebab itu untuk memaksimalkan program Gemarikan ini, pihaknya terus berupaya mengintegrasikan dalam berbagai kegiatan lintas sektor.

“Saat ini, Gemarikan kami dorong lebih intensif sebagai bagian dari strategi besar penurunan stunting, dengan melibatkan Bappeda Kukar, Dinas Kesehatan, dan DP3A Kukar,” terangnya.

Dirinya juga mengungkapkan pihaknya ingin memastikan masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mampu mengakses ikan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Menurut Muslik melalui program Gemarikan selain meningkatkan kesadaran gizi kepada masyarakat. Tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal dengan mendorong produksi dan distribusi ikan secara merata di wilayah Kukar.

“Kami juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil dan keluarga dengan anak balita, melalui kegiatan penyuluhan langsung di lapangan. Harapan kami, pola konsumsi makanan bergizi dapat dibentuk sejak dini dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Adv/Tan)